Selamat Usia Baru Wanita Luar Biasa

Santapan Ayam Panggang
Sesaat teringat bahwasanya sudah hampir satu dekade ini tidak terbangun oleh waktu. Waktu yang bersifat sementara dan tak menentu namun tetap harus dijalani dengan penuh ilustrasi bernuansa realisasi. Hal terbaik mungkin akan menjadi kenangan di memori kekekalan dan hal terburuk akan menjadi pelajaran tuk menjadi yang terbaik.

Pagi itu aku masih terlelap, sentuhan hangat kasur idaman seakan menempel erat mengikat tubuh bongsorku. Aku juga tidak tau pasti sedang bermimpi atau sedang diimpikan, yang pasti aku masih terlelap. Di alam sadarku, aku merasakan sentuhan halus yang membuatku terbuai mengikuti arah sentuhan itu. Semakin lama sentuhan itu semakin membuatku tergunjang, seakan jurang yang curam menarikku erat tuk masuk ke dalamnya.

Museum TB Silalahi
Detik dan menit berlalu dan ternyata ada seorang wanita tua yang membangunkanku dari tidur berdurasi 7 jam 25 menit. Hmmm, aku masih malas sebenarnya tuk bergerak namun harus segera bangun tuk mempersiapkan diri berangkat ke sekolah.  Aku mengucap syukur sejenak akan pagi yang diberikan di hari itu dan langsung menuju kamar mandi. Setelah mandi wanita tua itu memberikan sarapan yang menghantarkanku mempersiapkan hati dan pikiran di keseharian aktivitas edukasi maupun bermain. Oiya bermain sebenarnya tidak ada di kamus wanita tua itu, dalam pikirannya ialah belajar, belajar dan belajar terus. Maklum wanita tua itu merupakan pensiunan guru di salah satu sekolah dasar pemerintah yang terfokus pada mata pelajaran matematika. Jadi bermain disitu sebenarnya hanyalah ilusi dari hasil curian kejenuhan waktu yang ada.

Wanita tua itu adalah seorang janda yang ditinggalkan saat anak-anaknya masih sangat kecil. Dia memiliki tiga orang anak dan harus menafkahi mereka sejak ditinggalkan oleh suaminya karena maut memisahkan mereka. Tak ada kata lelah dan putus asa di kamusnya, yang penting bagaimana caranya supaya anak-anaknya dapat bersekolah setingi-tingginya untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan pada masanya. Hasil kerja keras itu pun berbuah manis, kedua anaknya sudah mengecap pendidikan setara magister. Tidak sampai disitu, kepada cucu-cucunya juga ditanamkan bahwa pendidikan adalah yang utama di dalam hidup ini. Maka tiada hari tanpa keluar kata BELAJAR bila wanita tua itu sedang di rumah bersama anak cucunya.

Wefie masa Tahun Baru 2016
Pengetahuan akan memberimu kekuatan, tetapi karakter memberimu kehormatan. YA, setelah pengetahuan wanita tua ini selalu menanamkan untuk menjadi manusia yang memiliki karakter melalui pengetahuan iman yang diajarkan di lingkungan sekitar. Hal unik yang membekas sampai saat ini yaitu lebih baik kami cucunya belajar daripada mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, menyuci, menyetrika, memasak, dan lain sebagainya. Dia mengatakan ADA WAKTUNYA nanti untuk itu, sekarang tugas kalian hanya belajar biar saya saja mengerjakan itu semua. Awalnya kami merasa bosan karena harus belajar terus namun setelah merantau dan mengecap pendidikan di Perguruan Tinggi, hal itu menjadi seperti permata yang sangat berharga di dalam menuntun langkah kehidupan kami.

Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. Ada suka dan ada juga duka namun saat kedukaan menerpa itulah yang membuat seseorang dapat menjadi lebih KUAT dan BERPENGHARAPAN lagi. Kedukaan terjadi saat seorang putra sulung dari wanita tua ini dipanggil Bapa di Sorga akibat kecelakaan di tanah perantauan. Setelah ditinggalkan oleh suami, ditinggalkan lagi oleh anaknya, cobaan seakan tak henti menghujam wanita tua ini. Namun dibalik semuanya itu, wanita tua itu tetap terus menjalani hidup dan bahkan semakin kuat lagi untuk membesarkan kedua buah hatinya. Kini kedua anaknya telah berkeluarga dan memiliki masing-masing 3 orang cucu dari putrinya (mama) dan 2 orang cucu dari putranya.

Makan di Resto Pematangsiantar
Memutar waktu tiada henti dan momen yang paling ditunggu setiap bulannya bagi kami cucunya adalah saat wanita tua itu gajian ataupun pada saat pengambilan pensiun. Kami cucunya bergantian selalu dibawa untuk refreshing, misal bulan ini aku, bulan depan adikku dan begitu terus setiap bulannya bergantian. Maklum kalau pada masa itu makan diluar menjadi yang mewah bagi kami cucunya, bahkan diselipi dengan permintaan pakaian ataupun aksesoris baru. Hahaha… Ketika kami sudah kuliah bahkan setelah bekerja pun, saat pulang liburan ke rumah, wanita tua itu selalu  menyempatkan waktu untuk quality time bersama kami. Dia mengatakan itu adalah kebahagiaan yang tak tergantikan baginya. Itulah salah satu yang selalu membuat kami rindu pulang ke rumah, momen yang paling dinanti.

Makam Sisingamangaraja XII di Balige
Pernah pada beberapa tahun lalu ketika kami masing-masing sudah memakai handphone, wanita tua ini minta diajarin untuk bisa SMS dengan alasan kalau ditelepon sudah susah mendengar dengan jelas, kami pun pelan-pelan mengajari cara membuka dan membalas sms sampai bisa. Jadi setiap hari Minggu kami cucunya sudah diabsen untuk mengucapkan Selamat Hari Minggu, bila ada yang belum mengucapkan maka nantinya Papa atau Mama akan menelpon kami untuk mengatakan segera sms opung.


Sedikit cerita dan kenangan yang membangunkanku akan sosok wanita tua itu. Wanita tua yang kuat dan tak kenal lelah, wanita tua yang hanya mengenal satu cinta sejati di dalam hidupnya, sosok yang sangat setia bagi siapapun yang dikasihinya, wanita tua yang ceria, pendiam namun tetap gaul, wanita LUAR BIASA. Wanita tua itulah Opung yang sangat kami cintai.

Senyum Ikhlas
Dan saat ini tepat tanggal 14 September 2016, wanita tua ini genap menginjakkan usia yang ke-78 tahun. Semoga sehat selalu ya Opung. Panjang umur dan terus berpengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus yang sejak Opung mengenalnya selalu setia sampai saat ini. Mungkin sekarang kita belum bisa bertatap muka untuk mengucapkan langsung namun melalui doa dan tulisan tulus ini semoga Opung dapat bersukacita senantiasa.


Salam dari kami cucumu : Tian, Tanto, Tika…





… Aku pun menghabiskan sarapan nasi telur dan susu Dan*ow untuk mencari angkot yang menghantarkanku ke sekolah …


                                                                                                                                                                     

Moreys, 140916


Welcome April

Hidup memang memiliki ceritanya masing-masing, bisa sedih, senang, putus asa, gagal, sukses dan cerita lainnya yang menghiasi warna-warna dinamika kehidupan.
Dari warna itulah kita mulai belajar bagaimana mengkondisikan diri kita pada setiap alur dan kondisi yang subjektif maupun objektif.

Di bulan Maret kemarin dunia tersentak dengan meninggalnya Lee Kuan Yew, seorang mantan perdana menteri dan juga dikenang sebagai founding fathers negara Singapura dalam usia 91 tahun. Beliau telah berjasa untuk menjadikan negara Singapura menjadi negara yang cukup disegani di dunia dengan tingkat perekonomian salah satu yang terbesar di dunia dan pendapatan perkapita US$ 64,585. Lee Kuan Yew akan selalu dikenang oleh masyarakat Singapura dan Dunia.

source : 9gag.tv
Selanjutnya berita duka lainnya adalah meninggalnya kakak saya (istri dari abang sepupu https://www.facebook.com/ramlin.mcgiver) dikarenakan mengidap penyakit kanker payudara stadium 4. Sungguh menyedihkan kehilangan kakak yang harus meninggalkan abang dan adek-adek 3 orang. Semoga abang dan adek-adek dapat ikhlas dan kuat berserah pada Tuhan Yesus Ktistus tuk melanjutkan kehidupan yang akan datang.

cnainggolan.blogspot.com
Beberapa berita duka yang menghiasi bulan Maret kemarin membuat saya tetap harus berserah kepadaNya untuk menjalani hidup ini. Kita tidak tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini, yang pasti kita selalu tahu kapan untuk melakukan yang terbaik.

Hmmm....
Saya meyakini kalau setiap hujan yang turun maka akan ada pelangi yang datang menghiasinya. Bulan Maret kemarin saya berulangtahun yang ke-26 tahun. Sudah lumayan juga umurnya ya. Hehehe...
Terimakasih buat papa, mama, opung, adek tanto, adek tika, kamu, dan orang-orang yang mengasihiku yang telah memberikan surprise, wishes, semangat dan motivasi untuk lebih wise dan survive menjalani kehidupan ini.
cnainggolan.blogspot.com

cnainggolan.blogspot.com
Dan sebelum bulan Maret berlalu, ternyata ada kado kebijakan Bpk Presiden Jokowi yang menaikkan kembali harga BBM sebesar Rp 500,- Belum terlihat aksi demo yang nyata akan kenaikan harga BBM, mungkin seluruh umat masih terhipnotis dengan Perayaan Hari Nyepi sehingga membuat umat untuk menyepi sejenak.
Ada apalagi di bulan Maret kemarin?
Apapun itu kita tetap harus menjalani kehidupan ini dengan tetap semangat karena setiap waktu, hari, bulan, tahun memiliki kesukaan dan kesusahannya masing-masing.

Selamat Datang Bulan April.....







Postingan Malam Selasa

Tulisan saya yg pertama kali di tahun ini guys...
Bukan karena terlalu sibuk namun mungkin dalam menulis sangatlah membutuhkan soul dan best inspiration yang membuat menulis menjadi lebih bermakna meski kadang tanpa makna.

Well, saya hanya ingin menceritakan pengalaman di hari ini.
Pertama dikarenakan ini memang hari Senin dan laporan laporan itu telah menunggu untuk saya rayu angka demi angka, maka waktu di hari ini berjalan terasa singkat dan padat.

Kedua Jakarta di sepanjang hari ini cerah dan tanpa rintikan hujan setetes pun, sesaat saya merasa nyaman namun sesaat kemudian saya merasa panas... Hmmmm memang manusia maunya banyak.

Lanjut ketiga sepertinya hari ini saya mengingat sesuatu ada yang ganjil, untuk lebih memastikan lagi saya buka komputer saya mengecek data base dan ternyata benar bahwa si boss senior memang lagi berulangtahun ke 51 tahun. Saya ucapkan selamat ulang tahun di sore itu tanpa banyak berharap karena bukan rahasia umum lagi kalau si boss yang satu ini emang rada kiper. Apa itu kiper? Kikir Pelit Rempong choy, hahaha sori boss kalo saya ini terlalu apa adanya.

Ehhhh hal yang paling lucu nya adalah saat tangan saya menyalam si boss, doi kikuk grogi sambil berbisik bilang jangan ampe tau siapa-siapa ya.  Yaelah boss-boss, kirain bisikan apaan dan saya pun menggangguk pasrah mendengar nasihat si boss tanpa berniat menyimpulkan maksud pesan dan perintahnya.
Mungkin si boss mau buat surprise kali biar nantinya doi bisa pulang pelan2 engga traktirin kami anak buahnya. Heueuheu...

Dan yang keempat seperti biasa saya mengikuti lembur wajib yang belum tau kemana ujungnya, untungnya saya bisa kabur pulang lebih dulu tuk membuka Global TV film nya Jason Statham & Jet Li.

Kelima atau terakhir sebelum melelapkan jiwa raga, saya mendapatkan pict dari sobat saya disana. Thanks sob buat pict nya. Lain kali ditunggu pict2 lainnya ya. Buat yg penasaran apa pict saya silahkan lihat postingan pict saya di Path (promote dikit ye).

Oke kawan2 dan sobat2 tercinta, sepetinya itu dulu tulisan hari ini.
Semoga dapat mengalir lagi ke tulisan hari esok...

Good Nite guys...

Awkward Monday

Malam hari sepulang dari kantor saya berniat tuk berolahraga, sudah seminggu lebih sepertinya saya tidak berolahraga. Badan terasa berat dan kurang bersemangat tuk melakukan aktivitas. Saya pun melihat jam dan waktu menunjukkan pukul 19.45 yang mengindikasikan kalau saya hanya bisa berolahraga paling lama sejam. Oh iya tempat saya berolahraga sejatinya adalah klub fitness yang berusia kurang lebih 30 tahunan dan setiap hari tutupnya memang pukul 21.00 WIB.

Saya berjalan dari kost kesana sekitar 10 menit dan sampai di tempat fitness langsung melakukan pemanasan-pemanasan kecil sekitar 15 menit. Biasanya saya pemanasan dengan sepeda-sepedaan diikuti push up dan sit up beberapa kali. Sehabis itu saya minum sebentar tuk beristirahat sebelum melanjutkan memakai alat yang lainnya sambil menghusap keringat yang telah tercucur teratur.

Suasana sangat sepi karena hanya ada lima orang yang sedang latihan meskipun house music mengalun dengan keras. Beberapa alat bergantian saya coba menurut ritme yang diperlukan oleh tubuh. Sambil meminum air dan membersihkan keringat yang semakin deras mengucur, begitulah aktivitas yang saya lakukan selama kurang lebih lebih 45 menit.

Tanpa terasa waktu hampir menunjukkan pukul 21.00 WIB, mas penjaga sekaligus trainer sudah memberikan lampu hijau tuk bersiap-siap membereskan dan menutup tempat latihan. Saya pun melakukan pendinginan kemudian menghabiskan sisa air minum yang tinggal beberapa tetes.

Saat membereskan perlengkapan, saya terkejut melihat botol munuman saya berada di dalam tas dengan kondisi masih penuh. Dan saat itu juga saya melihat botol minuman yang telah dihabiskan memang benar-benar sudah habis.
ASTAGANAGA ternyata saya salah mengambil minuman, botol minuman Aq*a tersebut ternyata milik seseorang yang latihan di sebelah saya.
Pantas saja dia membeli minuman lagi dengan volume yang jauh lebih kecil. Saya merasa malu bercampur bersalah.
Saya hendak menegurnya namun saya malu karena masih ada beberapa orang lagi di tempat itu. Saya rasa dia juga memiliki beberapa pertanyaan untuk saya namun merasa kurang enak hati untuk menanyakan.

Lampu semua dimatikan dan pintu ditutup.
Saya pelan-pelan melangkah meninggalkan tempat dengan beberapa pertanyaan yang belum sempat dijawab bahkan ditanyakan.
Semoga hal seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari....
I'm sorry brooo....
Hehehe.........

17 Agustus Nyogyakarto

Selamat malam kawan,
Bagaimana kabarnya setelah lumayan lama kita tidak bertegur sapa..
Semoga semuanya sehat dan lancar dalam semua kesibukannya ya.

Hari Kemerdekaan 17 Agustus baru saja kita lewati bersama, sungguh sangat berkesan pastinya moment sekali setahun tersebut. Mumpung belum terlalu lama, saya ingin share tentang pengalaman saya di hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ini bukan hal yang berkaitan dengan upacara bendera karena kebetulan saya juga tidak mengikuti kegiatan upacara di kantor. Ini juga bukan hal yang berkaitan dengan lomba balap karung atau bola sepak seperti yang dilakukan Bapak Jokowi untuk menghibur ribuan warga di sekitar waduk Pluit bersama para selebritis. Dan ini juga bukan tentang hal arak-arakan seperti yang dilakukan marching band  mengelilingi kota. Lha terus berkaitan dengan hal apakah sharing saya ini?

Pagi hari, 17 Agustus 2014 saya bangun pukul 06.30 WIB sebelum akhirnya tertidur lagi dan bangun kembali pukul 08.00 WIS (Waktu Indonesia Sebenarnya) hehehe...
Saya langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke Gereja. Oia tanggal 17 Agustus kali ini jatuh di hari Minggu dan saya lagi berada di kota Gudeg Jogjakarta karena di hari sebelumnya menghadiri acara pernikahan teman sekantor.

Sampai di Gereja (GKI Ngupasan) yang letaknya tidak jauh dari Malioboro dan Alun-alun kota Jogja, saya langsung masuk bersama adik saya. Di sana kami beribadah seperti ibadah minggu biasanya, namun hal yang menjadi pembeda adalah kami menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Walaupun saya tidak bisa mengikuti upacara di kantor ternyata suasana kemerdekaan di gereja tidak jauh berbeda. Selain itu sehabis khotbah kami juga menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Padahal sebelumnya kami sudah sepakat tuk ibadah di HKBP Kota Baru namun dikarenakan beberapa hal non teknis akhirnya kami jadi ibadah di GKI Ngupasan.

Sehabis khotbah ternyata ada moment kesaksian dari seorang pemuda yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Pada awal si pemuda memperkenalkan diri dan langsung memulai kesaksiannya rasa bosan sudah terlihat di beberapa jemaat yang hadir dan termasuk saya. Namun begitu beberapa foto ditayangkan di layar dan video diputar, perasaan kami langsung bercampur antara terharu, speechless, gembira, dan yang paling penting benar-benar merasakan yang sesungguhnya.

Pemuda tersebut bernama Bram dan seorang yang berasal dari Purwakarta. Sehabis kuliah di salah satu perguruan tinggi jurusan Teknik Mesin, Bram terpanggil untuk melayani di Tanah Papua. Berbagai informasi dia cari demi mewujudkan impiannya itu, meskipun keluarga dan orang tua tidak menyetujuinya dikarenakan Bram ke Papua belum menemukan tujuan yang jelas seperti tempat, apa yang dilakukan dan bagaimana nantinya kehidupan disana. Namun hal itu tidak mengurungkan niat Bram untuk berangkat ke Papua.

Pada tahun 2009 Bram berangkat ke Papua bermodalkan uang 2 juta. Dia akhirnya memutuskan pergi ke suatu tempat yang masih primitif yang jaraknya mencapai 3 hari bila berjalan kaki setelah turun dari pesawat capung. Kampung itu bernama Pipal dan sudah pasti kita belum pernah mendengarnya bukan?
Disana Bram mengajar beberapa anak yang masih buta huruf dan orangtua yang masih memiliki keinginan untuk belajar. Bahkan hal memakai baju juga diajarkan Bram karena pada dasarnya mereka lebih terbiasa memakai koteka. Baju tersebut bisa dipakai dalam waktu yang cukup lama karena persediaan yang masih sangat minim dan sabun untuk mencuci baju juga belum ada. Hal inilah yang membuat beberapa orang mengidap penyakit kusta dan kulit lainnya.
Dihadapkan dengan situasi ini, Bram terpaksa menjadi tenaga medis dadakan dengan peralatan dan pengetahuan yang sangat terbatas. Jika bantuan medis tidak berhasil dilakukan maka bisa-bisa nyawa Bram yang menjadi taruhannya. Puji Tuhan Bram bisa meringankan penyakit mereka dengan berbekan sumber daya alam yang dimiliki.

Warga disana juga baru mengenal Perjanjian Baru dalam Alkitab sehungga hampir setiap hari Bram berbagi tentang Firman Tuhan (Perjanjian Lama) kepada mereka.
Ada beberapa hal yang sudah dari waktu lama diinginkan oleh warga namun salah satu hal yang benar-benar diinginkan adalah warga ingin diperhatikan pemeritah setempat agar dapat lebih maju lagi dari segi pendidikan, persediaan bahan pokok, dan akses yang lebih cepat. Ternyata untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan alat transportasi dan yang paling mungkin adalah menggunakan pesawat capung atau helikopter. Hal yang mustahil dilakukan dikarenakan desa itu belum memiliki tempat untuk mendarat ataupun landasan pesawat atau helikopter. Bram pun berpikir keras bagaimana untuk menyelesaikan masalah ini.

Akhirnya Bram mengajak warga tuk bekerjasama meratakan tempat yang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar dan tumbuhan liar. Berbekal linggis dan alat potong yang minim maka mereka bekerjasama untuk mewujudkan mimpinya. Bram membutuhkan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan semuanya, sungguh waktu yang cukup lama jika kita bandingkan apabila dikerjakan dengan alat-alat berat seperti di perkotaan. Berkat usaha dan hasil kerja keras mereka maka mimpi mereka akan menjadi kenyataan.

Bram pun menghubungi rekan yang berada di kota Papua untuk menindaklanjuti hasil pekerjaan mereka apakah sudah layak untuk mendaratkan pesawat disana. Setelah beberapa hari ternyata Bram mendapatkan informasi yang kurang memuaskan, pesawat tidak bisa mendarat dikarenakan landasan tidak sesuai dengan standard penerbangan internasional, bila dipaksakan nantinya akan terjadi kecelakaan. Bram merasa putus asa seketika karena apa yang dikerjakannya selama ini dengan warga adalah hal yang sia-sia. Apa yang akan dikatakannya kepada warga nantinya?
Bram mencari cara lagi bagaimana menyelesaikan masalah ini. Dia berdoa kepada Tuhan.

Bram menghubungi temannya pilot dan mengajak untuk datang ke desanya melihat keadaan yang sebenarnya. Temannya menawarkan untuk naik helikopter namun Bram tidak memiliki uang yang cukup membiayai heli tersebut. Mereka pun jalan kaki selama 3 hari menuju ke desa. Sampai di desa, pilot tersebut mulai mengukur berapa sebenarnya tingkat kemiringan dan kelayakan pendaratan pesawat disana. Pilot juga sambil mengajarkan bagaimana cara mengukur kepada warga disana sambil diiringi tari-tarian khas daerahnya.

Si pilot pun akhirnya mengatakan bahwasanya landasan sudah layak untuk digunakan dan siap untuk mendaratkan pesawat capung untuk mengantar beberapa logistik dan peralatan lainnya yang dibutuhkan warga Pipal. Warga sangat bersukacita mendengarnya dan langsung berpesta memberikan penghargaan kepada Bram dan pilot berkat kerja kerasnya selama ini. Pada bulan Juni tahun 2013 akhirnya pesawat pertama kali mendarat di Pipal.

Sungguh mujizat yang terjadi di dalam kehidupan Bram akan pelayanan tulus yang dilakukannya selama di Tanah Papua. Hal yang tadinya tidak mungkin menjadi bisa dilakukan karena Bram selalu berpegang teguh "Bagi Tuhan tak ada yang Mustahil" jika kita melakukannya dengan ikhlas dan kerja  dengan hati yang tulus.
Apabila hal kecil yang kita lakukan dapat membuat orang merasa bersyukur dan bersukacita, bagaimana lagi jika hal besar yang kita lakukan?

Saya merasa kesaksian Bram ini sungguh sangat menginspirasi bagi kita apalagi Generasi Muda di dalam merayakan Kemerdekaan RI yang ke-69 tahun. Semoga kita bisa lebih peka lagi akan apa yang terjadi di sekitar kita. Semoga kita dapat benar-benar menjadi Terang bagi orang yang ada di sekeliling kita dan Terang bagi Indonesia tentunya.

Salam...
MERDEKA....

Kejaran Tawang Jaya

Hello Stasiun Senen,
Pagi ini fantastis banget, bangun jam 6 langsung cuci muka. Kereta Tawang Jaya seperti biasa berangkat jam 6.20 dan itu mengatakan bahwa waktu saya hanya tinggal beberapa menit lagi menuju stasiun.
Ojek yg biasa ada di depan kost ternyata nihil, berati saya harus lebih bergegas lagi ke stasiun. Tiba-tiba ada seorang bapak yang mungkin iba melihat saya berlari-lari tak tentu. Saya langsung mengatakan ke Senen berapa pak?
Bapak tersebut mengatakan naik saja, dan saya segera mengatakan kalau waktu sudah sangat mepet pak, saya ketinggalan kereta ini. Baik kita segera cusss kata si bapak.

Sepeda motor segera dilaju dan hanya si bapak yang mengenakan helm. Mungkin si bapak memang bukan tukang ojek makanya tidak mempersiapkan dua helm. Saya juga berharap sedikit cemas semoga bapak polisi pagi ini tidak pedekate dengan kami. Aminnn...

Di perjalanan saya langsung mempersiapkan tiket kereta dan beberapa lembar uang 5ribuan tuk membayar ojek. Dag Dig Dug dan ternyata kami tiba di stasiun senen. Si bapak ingin mengantarkan saya masuk ke dalam stasiun namun saya menolak karena berpikir kalau saya akan lebih cepat dengan berlari-lari sampai ke kereta.

Sayamemberikan beberapa lembar uang lima ribuan dan mengatakan kalsu kurang nanti saya tambahin pak, saya sudah telat ini. Kebetulan di tengah perjalanan tadi saya sudah menanyakan dimana si bapak tinggal.
Dan HORE saya tidak ketinggalan kereta.
Adrenalin pagi ini mengingatkan saya tuk selalu bersyukur apalagi berkat kehadiran si bapak yang membuat saya tidak jadi ketinggalan kereta.

Tut...tut...tutt... Kereta berangkat menuju kota lumpia...
Thank's God...
Thank's Bpk Ojek....

Gong Xie Fat Chai Suprises


Suasana Imlek di Living World Serpong BSD
29 Januari 2014
Sewaktu menjenguk rekan kerja di rumah sakit saya menerima telepon dari papa yang memberi sinyal kalau sekarang doi lagi berada di Jakarta. Si papa memang selalu begitu, memberi kabar mendadak dengan hal yang berkaitan dengan kedatangan. Dulu sewaktu saya masih menjalani masa perkuliahan di Semarang si papa selalu memberi kejutan, tiba-tiba saja sudah berada di depan pintu kost. Bisa dikatakan papa orang teromantis di dunia, kepada anaknya saja bisa begitu bagaimana lagi kepada istrinya. hehe..
Tetapi kedatangan papa kali ini mungkin bisa 1-2 hari, biasanya sekilas saja bertemu beberapa jam dan langsung pulang ke rumah dikarenakan akhir pekan ini ada libur Imlek (long weekend). Saya langsung mengkomunikasikan kepada adik-adik yang berada di Bandung & Yogyakarta, ternyata mereka bisa datang ke Jakarta untuk berlibur sejenak bersama.

Pose Teranyar di Depan Istana Negara

30 Januari 2014
Saya mengusulkan kepada papa kalau hari imlek nanti pergi berkunjung ke rumah sepupu di Serpong, kebetulan kami memiliki sepupu disana yang merayakan imlek. Namun sebelumnya kami menghabiskan waktu dulu di Jakarta bersama adik-adik untuk sharing tentang pengalaman selama ini. Adik-adik memang lagi memasuki masa semester akhir di perkuliahannya, sibuk menyusun skripsi, sibuk mencari data dan inspirasi, sibuk revisi ini itu dan sibuk-sibukan lainnya.
Sambil sharing kami berjalan di daerah Pecenongan (wisata kuliner) dan kemudian melanjutkan jalan ke Monumen Nasional. Beruntung pada saat itu hujan tidak mengguyur sehingga kebersamaan kami kali itu benar-benar terasa indah dan mesra. Yang kurang hanya satu yaitu mama tidak bersama dengan kami karena kesibukan mama di Siantar dan memang kedatangan papa yang tidak terencana sebelumnya.
        Pose di Monumen Nasional
Ondel-Ondel Pose



















31 Januari 2014
Esok harinya kami jalan ke Serpong dijemput oleh amangboru (om-red).  Sampai disana kami bertemu dengan sepupu dalam keadaan sukacita, apalagi mereka memiliki dua orang anak yang masih balita sehingga sangat lucu dan menggemaskan Siangnya kami berkumpul bersama tulang (paman-red), nantulang (bibi-red), amanguda (om-red) dan inanguda (bibi-red) yang sudah lama tidak kami jumpai. Terakhir bertemu saat saya dan adik-adik saya masih kecil, lugu dan polos. Bercerita dan saling mengingat masa lalu mulai A sampai Z, waktu pun tidak terasa cepat berlalu. Meskipun kami pada umumnya orang Batak namun di akhir acara perkumpulan tersebut, si bou (bibi-red) membagi-bagikan angpao kepada anak-anak. Budaya Batak bercampur dengan Chinese yang membuat rasa kekeluargaan tetap harmonis.

                          Makan Bersama Keluarga
Keluarga Besar Hasibuan
1 Februari 2014
Bangun subuh tuk mengantar papa yang akan pulang ke Pematangsiantar, adik-adik juga bersiap-siap berangkat mengantar papa ke bandara. Beberapa hari yang berkesan bertemu dengan papa dan sepupu sehingga bisa refresh sejenak dengan aktivitas yang biasanya dilakukan selama ini. Semoga dapat bertemu kembali di waktu yang akan datang.

Selamat Hari Imlek....
Gong Xie Fat Chai...

The Three Musketers

Pose di Mall Living World




Floods Effect

Tiap Pagi saat saya membaca Headline di salah satu surat kabar yang selalu berisi tentang Floods, Floods dan Floods. Sudah lebih dari tiga hari saya membaca tentang banjir yang terjadi di kota tempat saya berdomisili, bahkan banjir di kota lain sejenak terlupakan. Di kota Manado terjadi banjir Bandang, di Kabupaten Karo Sumatera Utara juga terjadi Erupsi Gunung Sinabung namun mengapa banjir di Jakarta lah yang paling disorotin? Di benak saya terekam karena kota ini merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan, sedangkan di benak saya lainnya terekam jikalau banjir juga bisa berbau politis.


sumber : www.dapurpacu.com
Banjir memang membuat aktivitas menjadi kurang maksimal dilakukan, namun banjir di Jakarta bukanlah sesuatu hal yang baru terjadi. Di masa Pemerintahan Gubernur sebelumnya (Sutiyoso & Foke-red) banjir juga sudah mendarah daging. Berbagai solusi dicari untuk mengurangi debit air yang mengakibatkan banjir namun banjir tak kunjung mereda, sama halnya yang telah dilakukan Gubernur Jakarta saat ini (Jokowi-red). Komunikasi dengan Pejabat Pemerintah Daerah dan Pusat intens dilakukan demi mengurangi dampak banjir yang berkepanjangan. Banyak yang mendukung dan banyak juga yang mencela kinerja Jokowi-Ahok, apalagi menuju Pilpres 2014. Elektabilitas Jokowi yang kian menanjak menuju Pemilihan Presiden Tahun 2014 dijadikan boomerang akan kinerja beliau sebagai Gubernur DKI, meskipun sampai saat ini Jokowi belum menentukan sikapnya. Bila ditanya soal peluang Jokowi Nyapres di Pilpres 2014, beliau mengatakan "Saya ngurus banjir disini saja dulu."

sumber : www.tempo.co.id
Nada-nada sumbang yang kontra seperti Amien Rais mengatakan Jokowi harus meminta maaf kepada warga bahwasanya belum bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.  Ruhut Sitompul juga mengatakan Jokowi gagal memenuhi janji-janji sewaktu mencalon sebagai Gubernur DKI-Jakarta. Bahkan Politisi Gerindra Martin Hutabarat juga menyuarakan hal yang sama, dimana kita mengetahui sebelumnya Gerindra sangat mendukung Pemerintahan Jokowi-Ahok namun pada saat ini hal tersebut tampaknya sudah berubah.

Semakin banyak yang menyerang Jokowi-Ahok maka beliau akan semakin serius menangani masalah banjir dan sesuatu yang sah-sah saja nantinya jikalau elektabilitasnya akan terus meningkat pesat dibandingkan dengan calon-calon lainnya. 
Mantan Gubernur Sutiyoso dan Foke saja yang totalnya sudah 15 thn menjabat saja tidak bisa mengatasi banjir, masa yang 15 BULAN sudah dikatakan GAGAL mengatasi banjir? 

sumber : www.merdeka.com
Saya bukan Jokowi Lovers namun saya hanya menuliskan apa yang saya lihat dan rasakan. Pasti ada yang berbeda dengan opini yang saya sampaikan dan ada juga yang senada namun saya rasa itu tidaklah penting. Yang terpenting bagaimana usaha kita untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi selama ini. Seperti kata Jokowi "Jangan hanya rapat dan ngomong saja, yang penting itu action-nya"

Banjir Bandang Manado  
(www.sindonews.com)












Erupsi di Sinabung
(www.tribunnews.com)














Semoga korban banjir di Jakarta tetap semangat dan berharap agar masalah banjir segera terselesaikan,  begitu juga Korban Banjir Bandang di Manado dan Korban Erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara. 

God Blesses Indonesia...

Batam Merona

Sebuah pulau terlihat saat berlayar di KM. Kelud
Kring... Kring... Kring..
Telepon kantor berbunyi dan saya mengangkatnya, "Selamat Siang bagian Anggaran & Analisa Lapkeu, ada yang bisa dibantu?", "Saya ingin berbicara dengan Moreys", "Iya saya sendiri Bu" Dari suaranya saya sudah mengenali si ibu yang mengisyaratkan saya harus segera ke ruangan beliau. Sampai di ruangannya saya ditugaskan pergi ke Batam besok untuk menemani Bapak Ibu dari Kementerian Perhubungan melakukan verifikasi di Kapal dan Cabang. Saya pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk tugas tersebut.

KM. Kelud Surabaya
Besok harinya saya pergi ke Pelabuhan Tanjung Priok tempat kami berkumpul menaiki kapal KM. Kelud menuju Batam. Banjir dan hujan deras menemani kemesraan pagi saya, begitu juga penumpang lainnya yang hendak menaiki kapal. Melihat keadaan yang kurang bersahabat, jadwal kapal pun diundur keberangkatannya sekitar 2,5 jam.
Di perjalanan awalnya saya merasa baik-baik saja karena sebelumnya juga sudah menaiki kapal tersebut Namun ombaknya memang beda saat itu, dikarenakan musim hujan yang tidak menentu sehingga goncangan kapal sangat terasa. Biasanya saya tidak pernah minum obat mabok, saya pun meminumnya tuk mengembalikan kondisi fisik saya. Bapak ibu dari Kementerian Perhubungan juga merasakan hal yang sama, padahal mereka sudah sangat sering menaiki kapal untuk melakukan tugas yang sama.

Verifikasi yang dilakukan di Kapal KM. Kelud

Bercanda tuk menghilangkan stress akibat  mabok ombak 

Beberapa aktivitas yang kami lakukan di kapal membuat waktu begitu cepat berlalu. Dari percakapan yang dilakukan dengan Nakhoda dan awak kapal, guyonan-guyonan kecil membuat kami semua terhibur dan rasa mabok alias puyeng pun hilang seketika.Saya juga berbincang-bincang sedikit dengan Penjaga cafe yang sudah memiliki asam garam dari kapal yang satu dan kapal lainnya. Jamuan mereka yang ikhlas membuat suasana menjadi lebih hangat, sayangnya waktu hanya sebentar saja dikarenakan kapal akan tiba di Pelabuhan Sekupang Batam. 

Bapak & Ibu dari Kementerian Perhubungan

Naik ke anjungan kapal saya melihat Nakhoda dan Mualim sedang serius saat kapal akan sandar, keseriusan mereka mengukur berapa jarak yang ditempuh agar kapal dapat berlabuh dengan sempurna. Sampai akhirnya kami pamitan kepada para awak kapal karena telah sampai tujuan dan menginjakkan kaki di Pulau Batam. Ini yang kedua kalinya saya ke Pulau yang bersebrangan langsung dengan negara tetangga, bedanya untuk perjalanan kali ini saya akan menginap satu malam.

Nakhoda dan Mualim bersiap tuk Kapal Sandar

Foto bersama Nakhoda KM. Kelud
























Kami langsung menuju Kantor Cabang Batam untuk melakukan kewajiban yang harus diselesaikan. Sekitar pukul 21.00 kami menuju tempat makan dan penginapan. Hawanya memang beda, pemandangan indah berupa kerlipan lampu-lampu dan kerlipan kaum hawa membuat saya merasa adem sejenak. hal yang tidak didapatkan selama semalaman di kapal. Hehehe...
Makan malam di Salah Satu Resto Batam

Begitu sampai di salah satu penginapan, raga yang sudah mulai mengantuk dan letih dari tadi langsung terbaring. Minggu pagi saya dihubungi paman untuk bertemu sekaligus bergereja bareng. Saya dijemput di penginapan dan beribadah di salah satu GKI (Gereja Kristen Indonesia) disana. Sepulangnya dari gereja kami sarapan dahulu sambil mengobrol tentang pengalaman yang dirasakan oleh paman saya selama ini. Sekali lagi waktu juga yang menjadi pembatas sehingga pertemuan hanya beberapa saat saja, saya kembali Ke Kantor Cabang Batam.

Tugas diselesaikan agar kami kembali ke Jakarta nanti tidak memliki beban lagi. Sebelum ke airport kami diajak untuk mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Batam (Nagoya-red). Ibu-ibu saling tawar menawar harga dan saya melihat mereka puas berbelanja disana. Harganya memang jauh lebih murah jika dibanding saat kita berbelanja di kota lain apalagi di Jakarta. Beberapa aksesoris, peralatan elektronik, telekomunikasi dan lainnya ditawarkan di Nsgoya.

Akhirnya waktunya kami meninggalkan kota Batam, kemi menuju Bandara Hang Nadim dengan cerita kami masing-masing. Sampai di Bandara ternyata bertemu dengan beberapa orang salebritis Indonesia (katanya sih gitu), dan mengambil sesi foto sejenak. Di dalam pesawat, saya sangat merasakan perbedaan pelayanan dengan maskapai swasta Li*n Air yang sering saya tumpangin. Perbedaan dari pelayanan pramugari/pramugara dan begitu juga dengan perbedaan karakter penumpang. Sebagai contoh, saat saya menggunakan maskapai swasta tersebut sebelum pesawat landing dengan sempurna maka para penumpang sudah sibuk menyalakan ponsel dan bersiap-siap mengambil barang. Hal yang tidak terjadi saat saya menggunakan maskapai dari pemerintah Indonesia (GIA), penumpang sangat tertib menunggu pesawat mendarat dengan sempurna.
Ibu-Ibu bersama Teuku Wisnu

Pose Sejenak Sebelum Take Off














Itulah beberapa pengalaman saya saat mengunjungi Pulau Batam, refresh sejenak di akhir pekan sambil menikmati indahnya Bumi Indonesia. Sampai jumpa di pengalaman-pengalaman lainnya guys....

Kembali Sesaat

Malam itu (9/01/2014) kumulai perjalanan menuju kota tempat aku mengecap beberapa pengalaman dan pelajaran dari yang tidak penting sampai yang sangat penting. Yap, saya kembali ke Semarang setelah kurang dari setahun tidak menginjakkan kaki disana. Ada perasaan De Javu saat menaiki kereta Tawang Jaya yang di waktu-waktu sebelumnya saya sangat sering menaikinya. Tujuan ke Semarang adalah menghadiri acara Resepsi Pernikahan salah seorang teman di kantor dan beberapa kepentingan lainnya. Kebetulan saya satu gerbong dengan teman-teman sekantor yang mempunyai tujuan sama. Karena memang pada dasarnya kami heboh sehingga perjalanan kurang lebih tujuh jam tidak begitu terasa dilalui. Sesampainya di Stasiun Poncol Semarang kami mengambil tujuan masing-masing, teman-teman menuju ke tempatnya dan begitu juga dengan saya.

Namun hal yang tidak saya harapkan terjadi, saya tiba-tiba drop (demam naik turun) yang mungkin diakibatkan oleh perubahan cuaca antara Semarang dengan Jakarta. Saya tetap memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa karena kalau tidak begitu penyakit akan semakin mesra menggerogoti tubuh saya. Besoknya saya pergi ke acara Resepsi Pernikahan, disana banyak bertemu dengan rekan sekantor. Kami saling tegur sapa dan bersenda gurau karena ada juga rekan yang datang dari pulau seberang khusus ke acara tersebut.

Foto Bersama Kedua Mempelai dan Rekan-Rekan Seangkatan di Kantor
Perasaan bahagia yang menyelimuti kami membuat waktu juga tak terasa begitu cepat berlalu. Acara hampir selesai dan kami saling pamit tuk kembali. Rekan-rekan masih ingin menjalani kota Semarang sebelum kembali ke Jakarta, sementara saya masih menyelesaikan beberapa urusan yang memang sudah dari waktu yang lalu saya ingin menyelesaikannya.

Hal yang menarik saya rasakan di kota ini ialah hawa yang sangat bersahabat, keramahtamahan warganya, lalu lintas yang tertib dan banyak hal lain yang tidak saya dapatkan di kota tempat saya tinggal sekarang. hehehe..
Itulah yang membuat saya tertarik dan tidak pernah bosan untuk kembali lagi ke Semarang.


Hello 2014

Tik... Tik... Tik..
Berapa lama ya saya tidak ngeblog, berapa lama ya saya tidak bersapa tegur dengan tulisan ngawurku ini, apa saya sudah tidak perlu lagi menceritakan sebagian dari kisah hidupku atau apa saya yang tidak berani lagi menceritakannya.
Pertanyaan-pertanyaan teruntai ringan di otak kecilku, ada perasaan bersalah dan ada perasaan menyesal karena sudah begitu lama meninggalkan dunia ini (jurnalistik ngawur ala moreys).
Yasudahlah, toh ditanya juga akan dijawab sendiri. Lebih baik melanjutkan apa yang masih perlu dilanjutkan. Mari kita mulai saja...

Suasana Malam Tahun Baru di Monumen Nasional - 31-12-2013
Sebagai inspirasi awal saya ingin mengucapkan "Selamat Tahun Baru 2014" bagi sobat baik yang jauh dan dekat. Mohon maaf atas kesalahan yang disengaja dan tidak sengaja di Tahun 2013 kemarin. Semoga di Tahun Kuda ini kita dapat sama-sama berlari menuju kesuksesan dan pencapaian penting di dalam kehidupan kita masing-masing. Yang pasti tetap selalu menebar benih kebaikan karena serpihan kebaikan memang ditebar oleh Tuhan di alam ini. Kebaikan itu tidak hanya ada di peradaban tertentu. Untuk menuainya mungkin kita juga harus memiliki dan menebar jaring-jaring kebaikan. Mungkin.
Saya mengatakan 'mungkin' karena memang belum tentu bila kita menebar kebaikan akan mendapatkan kebaikan pula, mungkin akan mendapatkan cobaan berat yang kita sendiri tidak menyangka akan terjadi. Namun jika kita menebar kebaikan saja belum tentu menerima yang baik, bagaimana jika kita menebar yang tidak baik. Apa yang akan kita dapatkan. Hehehe...

Itu saja dulu tulisan kecil sebagai sapaan singkat saya untuk memulai tahun 2014 ini dengan SEMANGAT dan KEBAIKAN. ^_^






Sapaan Singkat

Hello sobat..
Lama sudah tidak mengutak-atik rangkaian kata dengan segala jenis kerangkanya. Sifat malas diselingi kesibukan waktu yang selama ini menggerogoti membuatku tidak menyentuh dan mengekspresikan diri di dalam blog ini. Sampai akhirnya aku tersadarkan untuk kembali membuka gembok password untuk login ke blog-ku tercinta....
Baiklah, aku pun bingung mau memulainya darimana karena terlalu banyak hal yang ingin kutuangkan namun sepertinya memoriku belum cukup baik tuk flash back kembali. Kita mulai dari hal yang baru kualami saja sobat.

Kemarin siang sewaktu aku ke gereja ada beberapa hal yang aku catat meski secara langsung aku tidak mencatatnya di dalam catatan kecilku. Minggu itu aku gereja di GBI Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM), dan itu baru kali kedua aku beribadah disana. Namun suasana tampak ramai, antrian memanjang dan penuh sesak. Hal yang tidak aku jumpai sewaktu pertama kali beribadah di GBI REM. Aku pun bertanya kepada temanku, mengapa bisa seramai ini. Apakah akan ada artis atau penyembuhan, mujizat dan lain sebagainya sehingga mereka rela berdesak-desakan? Seyogianya ibadah dilaksanakan sebanyak lima sesi dalam sehari, kalau sudah penuh sesak seharusnya masih ada waktu untuk beribadah di sesi selanjutnya.

Kakakku mengatakan kalau pada sesi kali ini pengkhotbahnya menginspirasi, lucu dan benar-benar berkhotbah sesuai pengalaman yang dirasakannya. Hmmm... sejenak aku terdiam dan berpikir kalau pengkhotbah di empat sesi lainnya itu kurang menarik atau bisa dikatakan popularitasnya masih jauh di bawah pengkhotbah sesi siang ini. Baiklah.. bisa diterima, hal begini sudah biasa aku dengarkan bagi jemaat yang hanya ingin mendengarkan khotbah sesuai seleranya dan bagi pendeta yang berkhotbah sesuai style-nya tanpa adanya instropeksi diri dari masing-masing pihak. hehe..

Untuk lebih detailnya tentang kualitas khotbah antara pendengar dan pengkhotbah bisa kita googling sendiri sebagai dasar pemahamannya.
Namun hal yang paling aneh sekaligus lucu bagiku adalah di saat pintu untuk memasuki kebaktian dibukakan, para jemaat langsung dorong-dorongan sampai ada beberapa orang yang terjatuh. Pakaian yang elegan dan penampilan layaknya orang yang fashionable ternyata belum bisa menjamin kalau perilakunya itu kampungan. Mungkin takut engga kebagian kursi sehingga ingin cepat-cepat menerobos pintu tanpa menghiraukan teman seiman yang terjatuh. Trus kebaktian tujuannya apa, hanya ingin mengisi kualitas rohani sendiri tanpa menghiraukan orang lain begitu? Ironis... hehehe..


Kalau dikarenakan hanya karena pengkhotbah yang menarik bukankah di dalam Firman Tuhan tertulis  “Hal Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih yang baik di ladangnya.” Atau “Hal Kerajaan Surga seumpama harta yang terpendam di ladang.” Ia berbicara dari sudut yang telah dikenal akrab oleh pendengar, seperti ladang, gembala, domba, kebun anggur, bunga bakung di ladang atau burung-burung di langit. Sehingga tidak heran dalam Matius 7:28-29 dicatat tentang kesan pendengar-Nya, “Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa ….” Salah satu kuncinya adalah Ia berbicara dengan bahasa pendengar, sebab bagaimana mungkin mereka dapat mengatakan bahwa Ia mengajar dengan penuh kuasa jika mereka tidak mengerti apa yang Ia katakan.

Mendengar sebuah khotbah yang kita tidak mengerti apa pesan yang mau disampaikan terkadang dapat membuat kita pulang dari gereja bukan dengan membawa syalom atau damai sejahtera tapi pulang dengan membawa sungut-sungut. Sehingga tidak jarang kita menyalahkan pengkhotbahnya. Di pihak lain, pengkhotbah juga bisa berdalih bahwa kesalahan bukan terletak di atas pundaknya, sebab jemaat tidak mau belajar makan makanan rohani atau tinggal menerima enaknya saja. Akhirnya, kedua belah pihak tidak belajar sesuatu apapun untuk memperbaiki keadaan yang tidak baik itu. 

Perlu kita sadari bahwa seorang pengkhotbah memerlukan pendengar; demikian juga jemaat memerlukan pengkhotbah. Tuhan mengutus hamba-hamba-Nya untuk berkhotbah menyampaikan suara-Nya dan Ia memerintahkan jemaat-Nya untuk berkumpul dalam rumah ibadah dan mendengarkan suara-Nya. Kedua belah pihak saling membutuhkan dan terikat pada Allah yang satu; keduanya mempunyai keinginan yang sama: pengkhotbah ingin khotbahnya dapat dimengerti dan jemaat ingin dapat mengerti khotbah hamba Tuhannya. Bila sebuah khotbah tidak bisa dimengerti, biarlah masing-masing kita mengintrospeksi diri sebelum menjatuhkan kesalahan kepada pihak lain. Semoga Roh yang sama memimpin kita untuk memperbaiki setiap kelemahan kita.
Semoga hal tersebut tidak terjadi lagi di GBI REM dan gereja-gereja lainnya karena kita harus mengingat kembali apa tujuan kita untuk beribadah kepadaNya.

Tuhan Memberkati kita........

















GRATULATIO AGNESMO


Mendengar nama Agnes Monica pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, apalagi masyarakat yang mayoritas tinggal di Indonesia. Berbagai penghargaan dalam bidang musik dan seni telah diraihnya semasa berkarir mulai dari artis cilik sampai pada masa kini. Begitu juga di kancah Internasional, nama artis multi talenta ini perlahan-lahan mulai terdengar dan terlibat di dalam beberapa proyek rekaman jangka panjang. Seperti yang dilakukan Agnes di beberapa waktu terakhir ini dengan produser top asal Amerika, Timothy Zachery. Mosley atau yang lebih popular kita dengar dengan sebutan Timbaland.

Timbaland sendiri selama ini sudah bekerja sama dengan sejumlah artis musik terkenal dunia, seperti Justin Timberlake, Nelly Furtado, Jay-Z, Utada Hikaru, dll. Di dalam proyek rekaman ini Agnes Monica tidak tanggung-tanggung akan melakukan kolaborasi dengan beberapa penyanyi Hollywood seperti Justin Timberlake, Missy Elliot, Britney Spears dan Beyonce.

Terdengar sangat menakjubkan dan membuat kita tidak sabar untuk menanti kapan album tersebut akan dirilis. Sebelumnya Agnes dan Timbaland sudah melakukan performance saat mengisi event UNICEF di Bali. Begitu pula saat konser tunggal Make It Happensebuah perayaan konser memperingati 20 tahun Agnes berkarier di industri musik pada 20 Desember 2012 lalu di Jakarta. Dalam acara tersebut, Agnes membawakan tiga single Internasionalnya "Flyin' High", "Hide and Seek", dan "Shut 'Em Up".
Proyek rekaman ini nantinya juga akan menjawab jikalau Agnes Monica tidak bermain-main untuk mewujudkan cita-citanya dalam Go International. Artis kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 di beberapa tahun lalu pernah mendapat sorotan negatif di media kalau "Go International" nya tersebut hanyalah tipuan belaka. Namun Agnes tetap kalem dan bahkan hal itu membuatnya semakin terpacu tuk mewujudkan harapannya.

Beberapa hari ini Timbaland sedikit membocorkan perilisan album Internasional Agnes Monica. Dalam akun twitternya @Timbaland mengicaukan "Yea the whole universe is ready for the international album & ur magic!!!! LEGGOOO! ;-) RT @Timbaland "@agnezmo its almost time." Dan yang dimaksud adalah penampilan perdana di Grammy Awards 2013.

Penghargaan Grammy Awards adalah penghargaan tertinggi dalam dunia hiburan. Tak hanya ditunggu khalayak, acara ini juga merupakan momen spesial bagi sang artis sendiri. Di ajang ini, semua artis maupun penyanyi akan unjuk kebolehan dalam mengeluarkan kemampuannya. 

Beberapa nama telah menyatakan siap untuk maju dan menghibur penonton di antaranya adalah Justin Timberlake, Taylor Swift, Kelly Clarkson, Rihanna, Carrie Underwood, Alicia Keys dan Maroon, Bruno Mars, Sting dan Rihanna.

Selain mereka, The Black Keys, serta Miguel dan Wiz Khalifa juga menyatakan setuju untuk menjadi pengisi acara dalam Grammy Awards 2013. Acara ini akan dipandu oleh LL Cool J dan Taylor Swift yang telah fasih membawakan acara Grammy. Ya, tahun lalu, rapper LL Cool J juga didaulat untuk membawakan acara yang sama.

Grammy Awards 2013 pasti menjadi sangat spesial bagi Agnes Monica, namanya akan semkin dikenal di kancah Internasional.
Persiapan pasti sudah sangat matang dan apapun kejutan yang nantinya akan disuguhkan oleh Agnes Monica bersama Timbaland di dalam acara Grammy ini, pastinya akan sangat menarik. 
Selain itu, penampilan Agnes Monica di ajang Grammy Awards akan menjadi hiburan khusus sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Indonesia di mata dunia.

BRAVO AGNES......
Dream, Believe, and Make It Happen!!!





Februari Penuh Cinta



Memasuki bulan Februari yang bermakna bulan penuh cinta, setidaknya itulah pandangan dari sebagian orang untuk bulan ini. Dimana perayaan valentine tepat dirayakan pada tanggal 14 Februari di setiap tahunnya. Melihat fenomena dari tahun ke tahunnya, mungkin banyak orang yang memiliki pasangan sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakan hari valentine, dan banyak juga orang yang belum memiliki pasangan mempersiapkannya.

Persiapan yang dilakukan bagi mereka yang belum mempunyai pasangan ialah mencari pasangan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya sebelum perayaan hari Valentine. hehehe... Maksud penulis valentine bisa saja dirayakan buat keluarga, teman, kerabat, saudara dan siapapun karena pada masa kini valentine dirayakan bukan semata-mata hanya kepada pasangan (kekasih) kita saja. Pengaplikasiannya pun bermacam-macam, bisa berbentuk cokelat, bunga, kartu ucapan, dan kado lainnya yang hendak kita berikan sebagai bentuk rasa sayang kita.

Terlepas dari berbagai pandangan yang baik dan buruk tentang valentine, penulis berpikir semua itu tergantung individu dalam menyikapinya. Penulis tidak hendak menyebutkan satu per satu pandangan-pandangan tersebut karena nantinya akan menimbulkan pro & kontra. Selain itu sudah banyak tulisan yang menyajikannya di waktu-waktu yang lalu.

Tujuan utama dari perayaan valentine adalah untuk berbagi kasih dan apakah itu salah? Sejatinya kasih tidak hanya diterapkan pada saat perayaan di hari valentine saja, namun di setiap waktu dimana pun kita berada.
Jadi sudah bagaimana persiapan valentine kamu?
Selamat menjalani Februari yang penuh cinta ini.
Salam....

Benarkah Hary Tanoe mundur dari NASDEM ?


Pertanyaan tersebut menjadi Headline News untuk mengawali pekan ini, Senin 21-01-2013. Berita mengejutkan yang datang dari beberapa media online mulai tadi malam hingga pagi ini memberitakan isu mundurnya Hary Tanoesoedibjo (HT) dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Menarik untuk mencermati isu ini karena sepak terjang boss MNC-Group dalam dunia politik cukup menyedot perhatian publik. Harry pertama kali hadir dalam Rapat Nasional Partai Nasdem pada bulan November 2011, publik mengasumsikannya dengan keinginan untuk terjun langsung di dunia politik. Benar saja, HT resmi menjadi anggota Partai Nasdem dan diplot sebagai Ketua Dewan Pakar Partai yang didirikan Surya Paloh tersebut.

Berita mundurnya HT dari Partai Nasdem diawali oleh kicauan Prof. Yusril Ihza Mahendra di akun twitternya (@Yusrilihza_Mhd), "HARY TANOE akan gelar konpers besok utk menyampaikan keputusannya MENGUNDURKAN DIRI dari PARTAI NASDEM." Publik langsung menghubungkan kekisruhan sedang terjadi di dalam partai yang bernomor urut 1 ini. Terjadi gesekan yang sangat keras di dalam tubuh partai ketika hendak menentukan siapa ketua umum. Ketua umum yang otomatis berpeluang besar nantinya untuk mencalonkan dirinya sebagai Calon Presiden di tahun 2014.

Kita mengetahui kalau Surya Paloh adalah tokoh sentral dalam partai ini sejak masih berbentuk ORMAS NASDEM. Sehingga dapat dikatakan, Partai Nasdem itu identik dengan Surya Paloh. Partai Nasdem didirikan hanya sebagai kendaraan politik untuk mencapai cita-cita (Capres 2014) dimaksud.
Sebenarnya tidak ada peluang bagi HT untuk menduduki kursi nomor satu di partai tersebut,  meskipun posisi Ketua Umum pada saat ini dijabat oleh Rio Patrice Capella. 
Lalu mengapa Hary Tanoe bisa bergabung dengan Partai Nasdem jikalau peluangnya tidak ada?
HT tentu memiliki satu pertimbangan rasional ketika masuk ke Partai Nasdem, bahwa partai ini akan menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. Jika nilai demokratis dihormati dan dijunjung tinggi, semua kader memiliki peluang yang sama untuk menjadi ketua umum.

Sehingga dapat kita lakukan analisis dan kesimpulan bahwa HT mundur karena sudah melihat peluang untuk menjadi ketua umum sangatlah tipis dikarenakan Surya Paloh juga memiliki ambisi yang sama untuk itu. HT juga ingin menjadi Calon Presiden di 2014. Wahhh.....

Meski HT belum secara langsung mengumumkan pengunduran dirinya, sebagaimana yang dikatakan Rio Patrice namun isu ini sudah hampir pasti terwujud. 
Pertanyaannya adalah, sebenarnya apa motivasi para pemimpin-pemimpin ini?
Pemimpin seperti Surya Paloh dan HT mencerminkan sikap yang seolah-olah ingin berebut kekuasaan, sehingga nantinya bila mereka sudah di atas tampuk kekuasaannya maka akan bertindak untuk kepentingan individu/golongannya.
Hal ini sesungguhnya menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat Indonesia untuk mulai menentukan siapa calon pemimpin yang nantinya benar-benar memajukan kepentingan dan kesejahteraan rakyat, dimana sudah ada beberapa isu calon yang ingin maju di Pilpres 2014.
Kita tunggu saja statement langsung dari HT apakah beliau mundur dari Partai yang berslogan "Gerakan Perubahan" itu atau tidak...


Ads 468x60px

Featured Posts

Social Icons

Christian Moreys Nainggolan | Create your badge